Tuesday, December 25, 2012

ALASAN KENAPA WANITA SUKA PADA PRIA BERSIFAT URAKAN

INOVASIBLOGG-.Jangan harap Anda mendengar wanita mengaku menginginkan figur pria kurang ajar, brengsek, atau bajingan playboy yang doyan menyakiti. Mereka selalu memimpikan pria yang dewasa, penuh perhatian, romantis, setia, bertanggung jawab, dan seribu satu katalog indah lainnya. Namun pada kenyataannya, mereka sering tersandung pada sosok yang berkebalikan dengan itu semua. Dalam entri kali ini, saya akan membagikan sebagian kajian ilmiah untuk mengungkap misteri tersebut, jadi kalau terasa panjang.. maklum saja. ;)

Sebenarnya judul yang lebih tepat adalah mengapa pria yang berperilaku negatif dapat menarik para wanita sekalipun secara logis setiap wanita seharusnya membencinya; saya agak putar sedikit kalimat judul agar ringkas dan bombastis. Sebelum mengetahui alasan fenomena itu, bidang studi psikologi dapat menganalisa pria brengsek dan bajingan dalam hal romansa pada kombinasi Big Five berikut ini: high extraversion (penuh energi, ekspresif di hadapan orang lain), low neuroticism (jarang mengalami emosi yang tidak menyenangkan), low conscientiousness (santai, berantakan, tidak disiplin), low agreeableness (mementingkan diri sendiri, sedikit empati, cenderung bertanding daripada bekerjasama), high openness to experience (menyukai tantangan, cepat bosan, pecandu pengalaman baru), dan sedikit terkontaminasi elemen dark triad traits: “the self-obsession of narcissism; the impulsive, thrill-seeking and callous behavior of psychopaths; and the deceitful and exploitative nature of Machiavellianism.“

Peter Jonason dari New Mexico State University menemukan bahwa James Bond adalah figur yang paling tepat menggambarkan seluruh sifat di atas karena, “… he’s clearly disagreeable, very extroverted and likes trying new things. Just as Bond seduces woman after woman, people with dark triad traits may be more successful with a quantity-style or shotgun approach to reproduction, even if they don’t stick around for parenting.“

Dan jangan pikir itu hanya terjadi di dunia Barat! Survei yang dilakukan David Schmitt dari Bradley University terhadap 35,000 orang di 57 negara juga mengkonfirmasi bahwa pria yang memiliki ‘bau’ seperti itu cenderung lebih meriah dalam petualangan romansanya.(KLIK HERE)

Dalam pelatihan Hitman System, saya selalu menyatakan bahwa wanita jarang sekali menyadari apa yang sebenarnya membuatnya tertarik dari seorang lawan jenis yang mungkin menjadi calon pasangannya. Seluruh proses seleksi dan minat para wanita terjadi nyaris di luar kesadaran mereka. Ini bukan sekedar perkara wanita sebagai makhluk emosional saja. Mengutip John Marshal Townsend dalam bukunya, What Women Want and What Men Want, “The process by which a woman evaluates these attractive cues is relatively automatic. Women are not always conscious of the influence of these traits.“

Jadi mengapa hal-hal yang cenderung negatif di atas dapat membuat wanita di seluruh dunia begitu terpikat? Mengapa Anda dan saya tidak pernah kehabisan sahabat wanita yang curhat terpesona akan kehadiran pria berperilaku buruk seperti itu yang menghiasi hidup mereka? Pria yang mudah membuat wanita luluh kehilangan akal, seperti laron dan ngengat tertarik api yang bisa melukai bahkan menghanguskan. Bahkan Jonason dalam penelitiannya juga mempertanyakan hal itu, “We would traditionally consider these dark triad traits to be adverse personality traits, and we think women would avoid these kinds of men, but what we find here is strangely counterintuitive – that women are attracted to these bad boys.“

Alasannya adalah perilaku pria bajingan dan kurang ajar itu menegaskan simbol kegilaan, kesempurnaan, kebebasan, kemegahan, ‘kedewasaan’, dan ‘kemapanan’ yang sangat menggugah cita rasa para wanita. Hal-hal tersebut membangkitkan sensasi yang jarang sekali bisa dipenuhi oleh pria yang lain yang berperilaku sopan, kalem atau baik. Sekalipun Amy Alkon, seorang konsultan romansa yang melayani lebih dari 100 media massa di Amerika Serikat menulis, “Bad boys normally appeal to three types of women: Thrill-seeker girls, girls who can’t commit, and ‘Near Zeros’ – girls who aren’t operating on a full tank of self-esteem,” wanita yang terdidik dalam keluarga yang hangat, bermental sehat dan stabil pun jika tidak berhati-hati bisa tersedot ke dalam gravitasi pria yang demikian.

Di saat yang sama, adanya kemungkinan disakiti dan bahaya bila berhubungan dengan pria disfungsional tersebut justru semakin mengobarkan api minat para wanita (yang merasa) dewasa. Setiap wanita menemukan kepuasan dalam mengabdikan (baca: memanipulasi) dirinya untuk memenuhi kebutuhan dan memperbaiki pria yang ‘terlihat cacat’. Menjadi satu-satunya wanita yang mampu memahami dan menolongnya, sebagaimana saya jelaskan dengan lengkap dalam artikel Mengapa Wanita Sering Tertarik Para Pria Yang Salah. Itu adalah dorongan psikologis yang separuh mulia, separuh sakit, dan seratus persen adiktif!

Inilah pilar-pilar ilmiah yang mengungkap misteri mengapa wanita tertarik pada pria bajingan. Tentu saja saya menuliskannya bukan bertujuan memotivasi Anda menjadi bajingan karena pria yang kental dengan karakteristik itu hanya efektif pada tahap pra-hubungan dan sukses untuk romansa jangka pendek saja. Artikel ini lebih bersifat tamparan bagi para pria yang terbiasa bersikap serba baik hati, lembek, ‘miskin’, serba mengeluh dan membutuhkan kehadiran wanita. Sadari bahwa kebiasaan tersebut malah membuat Anda semakin kering dan dijauhi oleh lawan jenis.

Saya ingin Anda berhenti sejenak dan menilik seluruh sahabat wanita Anda selama ini. Anda pasti bisa menemukan benang merah dari ribuan kisah romansa itu: mereka terpikat dan jatuh cinta pada pria yang tidak pernah terlihat membutuhkan mereka. Pria tersebut adalah sebuah tantangan yang besar. Ia sibuk berpetualang, menikmati gaya hidup yang menyenangkan sementara semua orang ikut berputar mengelilinginya.

Roy Masters, seorang konselor dan pendiri Foundation of Human Understanding, menyimpulkan, “What does a woman really wants from a man? I’ll give you a simple answer there. She wants a man not to need her. She wants a man to be so full of love that he doesn’t need any from her. You know what happens then? A women will love a man who doesn’t need love, so he gets it anyway.“

No comments:

Post a Comment