INOVASIBLOGG–
Nama Andre D Carson mungkin tidak setenar Keith Ellison, anggota Muslim pertama dalam Kongres Amerika Serikat (AS).
Namun demikian, kiprah Andre Carson dalam dunia politik negeri Paman
Sam itu sudah tidak diragukan lagi. Seperti halnya Ellison, Carson
tercatat sebagai salah satu anggota senat (DPR) AS. Hebatnya lagi, ia
adalah seorang Muslim(
KLIK HERE).
November 2010 menjadi awal periode kedua bagi Carson menduduki kursi
anggota legislatif AS menyusul kemenangan yang diraihnya dalam pemilu
sela yang digelar 2 November tahun 2009 lalu.
Dalam pemilu sela tersebut, Carson yang merupakan wakil dari negara
bagian Indiana, unggul 58,9 persen suara atas penantangnya, Marvin Scott
yang hanya memperoleh 37,8 persen.
Perjuangan Carson untuk bisa meraup 58,9 persen suara tersebut
tidaklah mudah. Selama masa kampanye, Carson kerap diserang dari sisi
keislamannya oleh sang rival. Scott kerap menjadikan kemusliman Carson
sebagai target serangannya.
Dalam situs pribadinya, Scott menulis pernyataan anti-Islam yang
menyatakan bahwa elemen radikal Islam sedang mendanai dan membangun
masjid-masjid di seluruh Amerika.
Bahkan, Scott yang mengklaim dirinya sebagai orang yang menghormati
kebebasan beragama berujar, “Saya membela hak Carson untuk menjadi
seorang Muslim… tapi mereka (Muslim), tidak berhak mengganti hukum AS
dengan hukum Islam, hukum para ekstremis.”
Namun, pernyataan keras Scott itu tak ditanggapi serius oleh Carson.
Menurut dia, pernyataan itu merupakan bentuk kekesalan Scott karena tak
mampu memenangkan pemilu sehingga melakukan black campaign terhadap
dirinya.
Menjadi Muslim
Ketertarikan Carson terhadap Islam sudah berlangsung sejak usia
remaja. Tapi, ia mulai membaca buku-buku mengenai Islam dan masuk Islam
sekitar 14 tahun lalu.
Satu hal yang paling memengaruhinya adalah karya-karya penyair sufi
Rumi dan buku autobiografi tokoh Muslim Afro-Amerika, Malcolm X.
Ketertarikannya terhadap Islam diakuinya karena nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang yang diajarkan dalam Alquran.
“Bagi saya, daya pikat Islam adalah pada aspeknya yang universal.
Semua agama mengajarkan universal. Tapi dalam Islam, saya melihatnya
secara teratur di masjid-masjid di mana orang dari berbagai ras ikut
shalat bersama,” ujarnya.
Carson kerap terlihat menunaikan shalat di Masjid Nur-Allah, sebuah
masjid Suni yang banyak dikunjungi orang Amerika keturunan Afrika.
Sebagai politikus Muslim di negara yang mayoritas penduduknya
non-Muslim, Carson kerap menghadapi berbagai kritikan yang
menghubungkannya dengan pemimpin Nation of Islam, Louis Farrakhan.
Sekalipun menyangkal bahwa kelompok Islam itu ada hubungannya
dengannya, namun ia mendukung beberapa aktivitas yang dilakukan kelompok
itu, seperti memerangi penggunaan narkotika.
Kendati sikapnya ini ditentang, Carson tetap memiliki banyak
pendukung
(KLIK HERE). Sejak memutuskan untuk terjun ke kancah politik, ayah dari
seorang putri bernama Salimah ini tidak menganggap agama yang dianutnya
bakal menghambat kariernya. Sekalipun saat ini umat Islam masih berjuang
keras untuk meningkatkan citra mereka di Amerika.
Politisi
yang beristrikan Mariama Shaheed, seorang pendidik di Pike Township
School ini menegaskan, sekalipun ia menghormati Islam, agama yang
dianutnya tidak akan pernah memengaruhi keputusan yang diambilnya.
Karena ia beranggapan keputusan tersebut harus diambil berdasarkan
kebutuhan para pemilihnya.
“Bagi saya, agama memberi informasi untuk saya. Anda perlu
menghormati orang-orang tanpa melihat ras, agama, atau jenis kelamin,”
tandasnya.
Muslim Kedua di Senat AS
Sejak 2008, Carson telah menduduki kursi anggota DPR AS. Politikus
dari Partai Demokrat ini kali pertama terpilih sebagai anggota Kongres
AS pada Maret 2008 lalu.
Kala itu, ia ikut serta dalam pemilu khusus yang digelar pada 11 Maret 2008.
Niatnya untuk ikut serta saat itu hanyalah karena terdorong oleh
keinginan untuk meneruskan mendiang neneknya, Julia Carson, yang
mewakili distrik ketujuh negara bagian Indiana.
Sang nenek meninggal dunia akibat kanker paru-paru di tahun 2007 dan
Carson memutuskan untuk mengisi posisinya yang akan berakhir pada Maret
2008.
Terpilihnya Carson dalam pemilu khusus tersebut menjadikannya sebagai
politikus Muslim kedua di jajaran Kongres AS. Lahir di Indianapolis,
Indiana, pada 16 Oktober 1974, Carson bukan berasal dari keluarga
Muslim.
Pria keturunan Afro-Amerika ini dibaptis dan dibesarkan sebagai seorang pemeluk Kristen oleh neneknya yang menginginkannya menjadi seorang pendeta saat ia dewasa kelak. Hal ini pula yang mendorong sang nenek untuk memasukkan Carson ke sekolah Katolik.
Di usia yang masih kanak-kanak, Carson sudah ikut dilibatkan dalam
berbagai kegiatan sosial dan pelayanan publik yang diselenggarakan oleh
neneknya.
Lingkungan tempat tinggalnya yang terbilang keras secara tidak
langsung telah mengasah kepekaannya terhadap masalah-masalah seputar
pendidikan, keamanan publik, dan kesempatan ekonomi.
Carson mengenyam pendidikan dasar dan menengah di Sekolah Umum Indianapolis. Setelah tamat, ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Teknik Arsenal.
Ia memperoleh gelar sarjana di bidang manajemen peradilan pidana dari
Universitas Concordia Wisconsin dan master dalam bidang manajemen
bisnis dari Universitas Indiana Wesleyan.
Selepas lulus dari Universitas Indiana Wesleyan, Carson memulai
karier profesionalnya sebagai penegak hukum di Kepolisian Negara Bagian
Indiana.
Ia bertugas di sana sebagai seorang penyelidik selama 9 tahun
lamanya. Ia kemudian bergabung dengan Departemen Keamanan Dalam Negeri
Indiana. Di kantor barunya ini, ia ditempatkan di bagian intelijen dan
bertugas mengawasi unit antiterorisme.
Setelah tidak lagi bertugas di Departemen Keamanan Dalam Negeri
Indiana, Carson sempat bekarier dalam bidang marketing. Ia tercatat
pernah menjadi tenaga pemasaran di sebuah biro jasa arsitek dan insinyur di Indianapolis.
Namun, profesi tersebut ia jalani hanya sebentar karena kemudian ia
memilih untuk berkecimpung di dunia politik. Partai Demokrat menjadi
kendaraan politik yang dipilihnya selain juga karena faktor sang nenek
adalah salah seorang kader di partai ini.
Sebelum terpilih menjadi anggota DPR, Carson tercatat sebagai salah satu anggota komite Partai Demokrat di Indianapolis.
Pada tahun 2007, ia menang dalam kaukus khusus Partai Demokrat di
wilayah Marion, negara bagian Alabama. Berkat kemenangan tersebut, ia
ditunjuk menjadi penasihat wilayah kota untuk distrik ke-15 wilayah
Marion.